BehaviourBehaviour  Risiko  keselamatan  dan kesehatan  kerja  (K3) semakin  meningkat, selain  karena faktor bahaya di tempat kerja saat ini ditambah adanya penyebaran COVI0-19.   Sehingga diper1ukan  kondisi kerja  yang aman dan sehat sebagai dasar dari  pekerjaan yang layak. lni bahkan semakin panting saat ini, mengingat pentingnya memastikan keselamatan dan kesehatan  di tempat  kerja dalam  pengendalian  Penyakit Akibat  Kerja dan  kemampuan pekerja untuk kembali bekerja.

Meskipun saat  ini  terus digalakkan vaksinasi  sebagai upaya  meminimalkan risiko angka kesakitan dan kematian, namun pelaksanakan hygiene perorangan dan protokol kesehatan yang  ketat  di  masyarakat  maupun  dunia  kerja  tetap  harus  dilaksanakan,  dipatuhi  dan diawasi dengan ketat. Beberapa kasus lonjakan angka kesakitan dan kematian di beberapa negara dapat dijadikan contoh penanganan kasus covid 19 agar tidak terjadi di dunia kerja. Peran Pekerja  dalam  berperilaku  aman  dalam  bekerja sangat  panting untuk  mencegah terjadinya Penyakit Akibat Kerja, ter1ebih lagi dimasa Pandemi.

lmplementasi K3 tersebut seiring dengan rentannya pekerja akan terjangkitanya COVID-19 sehingga  akan  berpengaruh  terhadap  pembangunan  ketenagakerjaan  pada  khususnya apabila  upaya  pencegahan  dan  penanggulangan   di  tempat  kerja  tidak  dilaksanakan. Dengan  kondisi  penyebaran  COVID-19 yang  begitu  cepat,  masih  banyak  tenaga  kerja yang belum bisa bekerja dari rumah (work from home) serta terdapat pekerjaan yang harus dikerjakan  dengan  kehadiran.  Sehubungan  dengan  hal tersebut  maka pengusaha  harus

memperhatikan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) para pekerjanya terutama pada era new normal di tengah pandemi COVID-19.  Selain itu,  diharapkan dari aspek  tenaga  kerja  juga  dapat  melakukan  aktivitas  pekerjaannya  dengan  rasa  aman melalui protokol yang diterapkan di tempat kerja secara disiplin dan mandiri.